<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TGPF | HARIANTERKINI.COM</title>
	<atom:link href="https://harianterkini.com/tag/tgpf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianterkini.com</link>
	<description>Menyajikan Berita Tercepat &#38; Terakurat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2020 01:22:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://harianterkini.com/wp-content/uploads/2020/04/cropped-logo2-1-32x32.png</url>
	<title>TGPF | HARIANTERKINI.COM</title>
	<link>https://harianterkini.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penembakan TGPF Intan Jaya Dinilai Tambah Bukti Kekejaman Separatis Papua</title>
		<link>https://harianterkini.com/2020/10/penembakan-tgpf-kkejaman-separatis-papua/</link>
					<comments>https://harianterkini.com/2020/10/penembakan-tgpf-kkejaman-separatis-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arizal Herlambang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 01:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[KKB]]></category>
		<category><![CDATA[Separatis Papua]]></category>
		<category><![CDATA[TGPF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianterkini.com/?p=3393</guid>

					<description><![CDATA[<p>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengutuk kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Intan Jaya, Provinsi Papua. Menurutnya, penembakan ini menambah daftar kekejaman separatis Papua. &#8220;Dunia internasional perlu melihat hal ini dari perspektif yang lebih luas. Pihak separatis Papua yang di berbagai forum...</p>
<p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/10/penembakan-tgpf-kkejaman-separatis-papua/">Penembakan TGPF Intan Jaya Dinilai Tambah Bukti Kekejaman Separatis Papua</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengutuk kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Papua_Merdeka">KKB</a>) terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Intan Jaya, Provinsi Papua. Menurutnya, penembakan ini menambah daftar kekejaman separatis Papua.</h5>
<p>&#8220;Dunia internasional perlu melihat hal ini dari perspektif yang lebih luas. Pihak separatis Papua yang di berbagai forum gemar menuduh kejahatan HAM terhadap Pemerintah Indonesia, ternyata aksi kekejaman itu berasal dari mereka sendiri,&#8221; ujar Tantowi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).</p>
<p>Tantowi menilai penembakan itu karena pihak separatis Papua yang khawatir akan fakta yang dapat terungkap apabila TGPF menyelesaikan tugasnya. Tantowi turut mendoakan anggota TGPF yang menjadi korban penembakan dapat segera pulih dan kembali ke rumahnya dengan selamat.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah RI membentuk TGPF yang beranggotakan gabungan dari militer, sipil, dan kalangan akademik untuk dapat mengungkap tewasnya Pendeta Yeremias Zanambani serta korban lainnya yang terdiri dari 2 anggota TNI dan 1 warga sipil pada peristiwa penembakan bulan September 2020 yang lalu.</p>
<p>Namun sayangnya baru 2 hari bertugas, TGPF dihadang dan ditembaki oleh KKB yang mengakibatkan luka tembak pada seorang anggota TNI dan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko.</p>
<p>Proses investigasi TGPF terus berlanjut. TGPF telah melakukan investigasi rentetan kasus penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 orang pendeta. Total sudah ada 25 saksi yang diperiksa.</p>
<p>&#8220;Ada 24 orang saksi kita temui dan 1 orang hanya menggunakan telpon, karena situasi, jadi total saksi ada 25 orang. Untuk hasil pengungkapan harus kami melapor dulu ke pimpinan, tidak logis kalau pimpinan belum tahu saya sudah sampaikan ke teman (wartawan),&#8221; ujar Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Benny Josua Mamoto, Senin (12/10/2020).</p>
<p>Benny mengatakan timnya tidak mendatangi langsung para saksi lantaran alasan keamanan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat setempat terkait perkembangan penyelidikan.</p>
<p>&#8220;Berbagai upaya sudah kami lakukan menurut kami sudah sesuai target, kalaupun ada kekurangan nanti kami akan koordinasi dengan Danrem, Kapolda, Pangdam dan Direskrim,&#8221; ujar Benny.</p>
<p>Baca Berita Lainnya : <a href="https://harianterkini.com/2020/07/gerakan-separatis-di-papua-free-west/">Gerakan Separatis Di Papua “Free West Papua” 2 Tahun Belakangan Massive Terjadi, Wajib Ditumpas</a></p><p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/10/penembakan-tgpf-kkejaman-separatis-papua/">Penembakan TGPF Intan Jaya Dinilai Tambah Bukti Kekejaman Separatis Papua</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianterkini.com/2020/10/penembakan-tgpf-kkejaman-separatis-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 29/46 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 7/18 queries in 0.083 seconds using Memcached

Served from: harianterkini.com @ 2026-10-07 14:12:59 by W3 Total Cache
-->