<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>otonomi | HARIANTERKINI.COM</title>
	<atom:link href="https://harianterkini.com/tag/otonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianterkini.com</link>
	<description>Menyajikan Berita Tercepat &#38; Terakurat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Mar 2021 04:08:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://harianterkini.com/wp-content/uploads/2020/04/cropped-logo2-1-32x32.png</url>
	<title>otonomi | HARIANTERKINI.COM</title>
	<link>https://harianterkini.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Otonomi Khusus Telah Membangun Papua</title>
		<link>https://harianterkini.com/2021/03/otonomi-khusus-telah-membangun-papua/</link>
					<comments>https://harianterkini.com/2021/03/otonomi-khusus-telah-membangun-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arizal Herlambang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 04:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Otonomi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[dana otsus]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Otonomi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus Jilid 2]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus Jilid II]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus Jilid ll]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianterkini.com/?p=4871</guid>

					<description><![CDATA[<p>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Mantan pamong asli Papua, Michael Manufandu menilai Otonomi Khusus telah membangun wilayah terisolasi di provinsi paling timur Indonesia. Kini tinggal warga asli Papua sendiri mengaturnya apakah akan membawanya lebih maju atau tidak. Michael mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Mata Indonesia News, Selasa 23 Maret 2021. “Otsus telah membangun wilayah-wilayah yang terisolasi karena...</p>
<p>The post <a href="https://harianterkini.com/2021/03/otonomi-khusus-telah-membangun-papua/">Otonomi Khusus Telah Membangun Papua</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Mantan pamong asli Papua, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Manufandu">Michael Manufandu</a> menilai Otonomi Khusus telah membangun wilayah terisolasi di provinsi paling timur Indonesia. Kini tinggal warga asli Papua sendiri mengaturnya apakah akan membawanya lebih maju atau tidak.</h5>
<p>Michael mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Mata Indonesia News, Selasa 23 Maret 2021.</p>
<p>“Otsus telah membangun wilayah-wilayah yang terisolasi karena keadaan geografis, sehingga terjadi interaksi penduduk, atau pembauran serta menghadirkan pemerintah di sana,” kata Michael.</p>
<p>Tokoh yang lebih senang dipanggil Senior Pamong Papua tersebut mengatakan saat menjadi camat dia sudah menyadari bahwa maju-mundurnya wilayah itu tergantung masyarakat asli Papua.</p>
<p>Maka, dia tidak pernah mengeluh dan terus mencari cara untuk membuat provinsi paling timur Indonesia itu semakin maju.</p>
<p>Apalagi sekarang, ketika infrastruktur sudah dibangun lebih baik lagi oleh Pemerintahan Jokowi seharusnya akan membuat Papua mampu berkembang seperti wilayah lain di Indonesia.</p>
<p>Baca Berita Lainnya : <a href="https://harianterkini.com/2021/03/dukung-otonomi-khusus-jilid-ii/">Pemuda Papua Dukung Otonomi Khusus Jilid II</a></p><p>The post <a href="https://harianterkini.com/2021/03/otonomi-khusus-telah-membangun-papua/">Otonomi Khusus Telah Membangun Papua</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianterkini.com/2021/03/otonomi-khusus-telah-membangun-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus</title>
		<link>https://harianterkini.com/2020/09/masyarakat-papua-dukung-lanjutan-otsus/</link>
					<comments>https://harianterkini.com/2020/09/masyarakat-papua-dukung-lanjutan-otsus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arizal Herlambang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 09:32:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dana otsus]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Otonomi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianterkini.com/?p=3280</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Abner Wanggai, Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa banyak manfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat Papua mendukung penuh keberlanjutan Otsus tersebut. Pemerintah telah menganggarkan dana Otonomi khusus atau Otsus untuk wilayah Papua dan Papua Barat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...</p>
<p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/09/masyarakat-papua-dukung-lanjutan-otsus/">Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="row section2 is-flex">
<div class="col-md-8">
<div class="">
<h5><strong>Oleh : Abner Wanggai, Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta</strong></h5>
<h5>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Otonomi_khusus_Papua">Otsus Papua</a>. Otsus tersebut dianggap membawa banyak manfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat Papua mendukung penuh keberlanjutan Otsus tersebut.</h5>
<p>Pemerintah telah menganggarkan dana Otonomi khusus atau Otsus untuk wilayah Papua dan Papua Barat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 menjadi Rp. 7,8 triliun lebih tinggi dari tahun 2020 yang sebesar Rp 7,6 triliun.</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan amanat UU Otsus nomor 21 tahun 2001 bahwa dana Otsus setara 2% dari total pagu dana alokasi umum (DAU) nasional dan berlaku selama 20 tahun. Fokus penggunaannya untuk mendukung perbaikan kesehatan dan pendidikan di Papua dan Papua Barat. Begitupun untuk menopang pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Selain dana Otsus, pemerintah juga mengalokasikan dana tambahan Infrastruktur (DTI) sebesar Rp 4,3 triliun dalam RAPBN 2021. Penentuan besaran anggaran ini berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan DPR serta mempertimbangkan usulan Pemda Papua dan Papua Barat.</p>
<p>Telah tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2021, DTI diharapkan dapat menghubungkan transportasi darat, laut dan/udara yang berkualitas di seluruh distrik di provinsi penerimanya sekurang-kurangnya dalam 25 tahun sejak 2008 lalu. Menurut data Kementerian Keuangan, dana Otsus dan DTI terus meningkat setidaknya selama lima tahun ke belakang.</p>
<p>Salah satu tokoh adat atau ondoafi kampung Yoka, Kota Jayapura Titus Mebri mengklaim bahwa implementasi UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua tidak sepenuhnya gagal sebagaimana yang digaungkan oleh segelintir orang.</p>
<p>Meski ada sebagian pihak yang menilai bahwa selama ini otsus gagal, namun banyak bukti bahwa otsus berhasil merubah kesejahteraan masyarakat secara perlahan.</p>
<p>Menurutnya, melalui Otsus pembangunan di tanah Papua menjadi sangatlah pesat, adanya pemekaran daerah hingga memperpendek rentang kendali pemerintahan dan membuat orang-orang Papua yang ada di kampung-kampung bisa mengenyam pendidikan baik bagi pendidikan dasar hingga ke perguruan tinggi.</p>
<p>Termasuk pelayanan kesehatan, dengan hadirnya sejumlah petugas kesehatan di kampung-kampung dan banyak anak-anak Papua yang kini menjadi tenaga medis, perawat hingga dokter.</p>
<p>Untuk itu, Titus meminta agar semua pihak saling bergandengan tangan guna mendukung keberlanjutan Otsus yang belakangan disebut otsus jilid II di Papua.</p>
<p>Titus mengatakan, jika tidak ada Otsus dan hanya berharap pada APBD serta APBN, Papua ini akan banyak tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. Hal tersebut dinilai dari segi dana, sementara dari segi keberpihakan pun akan tertinggal.</p>
<p>Mengenai Otsus yang sedang berlaku, Titus menyarankan untuk dilakukan evaluasi kekurangan dan kelebihan, sehingga nantinya keberlanjutan Otsus bisa lebih maksimal dan bisa membuat orang Papua semakin maju dan tidak termarjinalkan.</p>
<p>Titus mengklaim 12 kampung yang ada di Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua secara aklamasi telah mendukung agar Otsus Papua Jilid II harus diperpanjang.</p>
<p>Pada kesempatan berbeda Yanto Eluay selaku tokoh adat Tabi di Jayapura mengakui, warga di wilayah adat Tabi dan Saireri sedang melaksanakan konsolidasi untuk membahas masalah dukungan terhadap evaluasi dan kelanjutan otonomi khusus Papua jilid II.</p>
<p>Menurutnya, warga adat Tabi dan Saireri berencana menggelar pertemuan akbar untuk membahas hal itu, dengan harapan bisa mendapatkan saran dan masukan untuk bagaimana otsus dapat berjalan lebih maksimal.</p>
<p>Dukungan terhadap otsus Papua jilid II juga datang dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, pihaknya telah meminta dukungan semua pihak untuk mendukung otsus Papua, dimana dalam waktu dekat akan dibahas pemerintah pusat  bersama Pemprov Papua Barat dan Papua.</p>
<p>Gubernur juga menegaskan, ada dua hal yang perlu dilakukan dalam hal Otsus Jilid II selain pendanaan. Pertama, pemberian kewenangan lebih besar pada Pemprov di Tanah Papua dalam hal seperti SDM dan SDA dan kedua, pelibatan kementerian lembaga (K/L) lain.</p>
<p>Menanggapi adanya suara yang mengatakan bahwa otsus Papua gagal, Dominggus mengatakan bahwa sebagai pelaku di kalangan birokrasi pemerintahan, dirinya mengatakan bahwa selama ini otsus di Papua berhasil.</p>
<p>Otsus Papua jilid II tentu dapat menjadi stimulus bagi Papua untuk tetap bangkit di berbagai sektor, baik infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, sehingga penting kiranya regulasi ini agar tetap berlanjut.</p>
</div>
</div>
</div>
<div class="row section3">
<div class="col-md-8 terkait-bawah">Baca Berita Lainnya : <a href="https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/">Berkat Dana Otonomi Khusus Banyak Anak Muda Papua Mampu Sekolah di Luar Negeri</a></div>
</div><p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/09/masyarakat-papua-dukung-lanjutan-otsus/">Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianterkini.com/2020/09/masyarakat-papua-dukung-lanjutan-otsus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkat Dana Otonomi Khusus Banyak Anak Muda Papua Mampu Sekolah di Luar Negeri</title>
		<link>https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/</link>
					<comments>https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arizal Herlambang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 06:15:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Otonomi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[dana otsus]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Otsus]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianterkini.com/?p=3273</guid>

					<description><![CDATA[<p>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua Barat dinilai sebagai pengakuan negara terhadap Papua sebagai daerah yang memiliki sifat khusus. Ini bisa dimaknai bahwa negara, menghormati masyarakat adat beserta hak tradisional sepanjang masih hidup, yang dilekatkan dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia. “Otsus yang dijalankan pun juga merupakan penjabaran dari konstitusi,” ujar Moksen Idris...</p>
<p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/">Berkat Dana Otonomi Khusus Banyak Anak Muda Papua Mampu Sekolah di Luar Negeri</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5>HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Otonomi khusus (Otsus) untuk <a href="https://www.wartaekonomi.co.id/tag3515/papua">Papua </a>dan Papua Barat dinilai sebagai pengakuan negara terhadap Papua sebagai daerah yang memiliki sifat khusus. Ini bisa dimaknai bahwa negara, menghormati masyarakat adat beserta hak tradisional sepanjang masih hidup, yang dilekatkan dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.</h5>
<p>“Otsus yang dijalankan pun juga merupakan penjabaran dari konstitusi,” ujar Moksen Idris Sirfefa, Tenaga Ahli Kelembagaan Desk Papua Bappenas, dalam Diskusi “Bagaimana Agar Otsus Bisa Sejahterakan Rakyat Papua?&#8221; yang digelar secara daring, Selasa (29/9/2020).</p>
<p>Dijelaskan Moksen, otsus merupakan keputusan politik antara Papua dan pemerintah pusat, yang sama-sama saling menguntungkan, dengan diterapkan secara rasional, moderat, demokratis, sebagai bagian jalan tengah. Jika pun ada kekurangan, maka kedua belah pihak bisa sama-sama duduk bersama.</p>
<p>Saat ini, ada pemahaman keliru, seolah-olah Otsus akan berakhir pada 2021, padahal akan terus dilanjutkan dan diperbaiki demi kesejahteraan masyarakat Papua. Kesalahpahaman terhadap Otsus juga karena hanya dinilai dari segi uang atau anggaran saja.</p>
<p>“Otsus tak hanya soal uang, ada banyak hal terkait, mulai kelembagaan, kewenangan, sumber daya manusia, banyak hal, dan itu semua untuk Papua,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, meski masih ada kekurangan, akan lebih baik pemerintah daerah memanfaatkan betul pelaksanaan Otsus karena dijamin konstitusi. Hal lain, dari kajian Bappenas, juga kajian yang dilakukan di internal pemerintah daerah Papua,  jika kemudian dana Otsus ini berhenti, maka akan mengganggu kapasitas fiskal dua provinsi di Papua, mencapai 60 persen.</p>
<p>Selama ini, dana Otsus sudah cukup membantu dan bermanfaat untuk pendidikan kesehatan infrastruktur dan afirmasi atas orang asli Papua dimana melalui dana otsus juga digunakan membiayai Majelis Rakyat Papua. Sehingga, ia mengajak, semua pihak di Papua, untuk benar-benar mengkaji, agar tidak ada salah persepsi.</p>
<p>“Kebijakan dalam penyelenggaran ada yang berhasil dan tidak, yang berhasil ditingkatkan kalau tidak berhasil perbaiki koreksi, cara memandang otsus harus dengan cermat, benar benar mengkaji segala konsekuensi,” ucapnya.</p>
<p>Di tempat sama, Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano menambahkan, dana Otsus telah membantu penyelenggaraan pemerintah daerah terutama di sektor sektor yang berkaitan peningkatan sumber daya manusia.  Berkat dana Otsus, pembangunan Jayapura juga lebih bergerak dengan ditandai perbaikan infrastruktur, juga kenaikan capaian indeks pembangunan manusia dan angka harapan hidup yang terus membaik, dari tahun ke tahun.</p>
<p>“Perjalanan Otsus selama 19 tahun sejak 2002, saya katakan ada kemajuan dari berbagai aspek dibanding masa sebelum Otsus. Meskipun belum memenuhi harapan semua kalangan, karena ada faktor penghambat dari internal eksternal,” ucapnya.</p>
<p>Menurut dia, implementasi Otsus di Jayapura sudah berhasil dan Otsus perlu berlanjut, karena tingkat ketergantungan pada fiskal otsus cukup besar. Apalagi berkat dana Otsus, pemerintah Jayapura bisa menyekolahkan anak-anak ke luar negeri. Memajukan orang Papua, perbaikan infrastrutur, kesehatan. Karena itu, dana Otsus ke depan harus benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Papua.</p>
<p>Jimmy Demianus Ijie, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Perjuangan menyebut, agar pelaksanaan otsus benar-benar optimal, pemerintah perlu memperlakukan masyarakat Papua dengan penuh bermartabat dengan memberi kewenangan sepenuhnya dalam mengurus otonomi. Karena itu, ia menyarankan pemerintah untuk juga belajar, dari negara lain seperti Italia dalam memberikan otonomi khusus.</p>
<p>“Orang papua minta diperlakukan bermartabat, mestinya dihargai, beri kewenangan mengurus otonominya. Pemerintah seolah tidak ada sikap jelas, di satu sisi bagian sah final Indoneia, di sisi lain ada keragu-raguan takut lepas, ini karena pendekatan ke papua bukan dengan hati, tapi hati hati,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai catatan, Pelaksanaan Otsus di Papua dan Papua Barat berjalan sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Regulasi itu kemudian diubah dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2008 yang sekaligus menjadi payung hukum bagi otsus itu. Dalam UU tersebut, disebutkan, dana otonomi khusus Papua dan dihitung sebesar 2 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) yang berlaku selama 20 tahun.</p>
<p>Sesuai dengan amanat UU, alokasi dana Otsus provinsi Papua setara dengan dua persen dari total pagu dana alokasi umum (DAU) Nasional. Dana Otsus dianggarkan guna mendukung pelaksanaan otonomi khusus terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Otsus juga diarahkan untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan,&#8221; tutup Jimmy.</p>
<p>Baca Berita Lainnya : <a href="https://harianterkini.com/2020/09/otsus-jilid-ii-maju-dunia-usaha-papua/">Otsus Jilid II Memajukan Dunia Usaha di Papua</a></p><p>The post <a href="https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/">Berkat Dana Otonomi Khusus Banyak Anak Muda Papua Mampu Sekolah di Luar Negeri</a> first appeared on <a href="https://harianterkini.com">HARIANTERKINI.COM</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianterkini.com/2020/09/otonomi-anak-muda-papua-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 29/48 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 5/16 queries in 0.017 seconds using Memcached

Served from: harianterkini.com @ 2026-10-07 18:15:40 by W3 Total Cache
-->